Cari Artikel

Tempo Doeloe Itoe

Monaskoe

Pantjorankoe

Pasar Mester Tempo Doeloe

Pasar Senen Tempo Doeloe
Saya lahir dan besar di Jakarta, ketika masih kanak-kanak dan sudah mulai berinteraksi dengan sesama anak-anak tepatnya kira-kira saat bang H Rhoma Irama sering tampil bernyanyi dan berpidato kampenye tahun 1977.

Bukan kampanye ataupun bernyanyinya bang Rhoma yang ingin saya kenang saat ini tetapi saat suasana, lingkungan, ketenangan dan mungkin sedikit kesunyian karena Jakarta saat itu masih bisa dijumpai gundukan tanah mirip gunung-gunungan juga masih terlihat yang namanya pohon pisang berjejer dipinggiran empang.

banjiiirrr..!!!
Kalau masalah banjir,..heeem saat itu memang sudah saya jumpai yang namanya banjir tapi tidak seluas banjir saat ini karena banjir yang terjadi paling hanya diwilayah dataran yang memang rendah dan dekat dengan anak sungai.

Saya masih ingat (tring ! )sekali waktu saya, kakak dan adik saya selalu dengan segenap perasaan senang setia duduk menanti Bapak pulang dari tempatnya mengajar.

Yang saya ingat kita bertiga selalu duduk di bawah rindangnya pohon manggah di persimpangan jalan arah rumah kami tepatnya yang sekarang banyak orang tahu dengan nama Jalan Lapangan Ros 2 Bukit Duri.

sungai jernih
Kali Ciliwung,...
siapa yang tidak kenal dengan yang namanya kali Ciliwung ? Sebuah kali dengan seribu kenangan.

Ada kenangan yang sampai sekarang tidak mungkin saya bisa lupakan dengan kali yang satu ini karena betapa di kumpulan air itulah saya belajar berenang,..

Ih Jijik !! Eit jangan salah, saat itu air kali Ciliwung masih sangat aman dan sangat jernih untuk dijadikan tempat bermain dan melakukan aktivitas keseharian bagi saya dan masyarakat di sekitar kali Ciliwung, orang yang pernah merasakan dan tahu pasti akan mengiyakan pernyataan saya ini.

Kendaraan yang lugu,..
Kendaraan apa tuh yang lugu ? Maksudnya betapa saat itu saya hanya bisa temui sedikit merek dari kendaraan dan bila di bandingkan dengan kendaraan sekarang betapa lucu dan lugunya model-model kendaraan saat itu,..hehehe.

Jadi ingat kalau bicarakan kendaraan/ mobil saat saya kecil....

Ceritanya begini,..betapa gegap gempitanya perasaan kami sebagai anak-anak yang masih kecil begitu mendengar kita sekeluarga ingin liburan piknik kalo gak salah ke TMII (Taman Mini Indonesia Indah). Semua dipersiapkan dengan cermat dan semua dilakukan dengan selingan-selingan senyum di sela persiapan.

jalan bebas macet
Yap ! oke semua siap dan kita siap berangkat menuju indahnya Taman Mini, berjuta rasa memadati isi kepala saya, betapa sudah terbayangkan kami anak-anak akan bercanda ria dan tertawa riang disana.

Berangkaaat ..!! kendaraan yang lumayan sesak oleh kami tidak kami rasakan yang terpenting adalah kebersamaan.

Seperempat perjalanan aman,..setengah perjalanan..masih aman, tiba-tiba di depan ada sebuah tanjakan cukup menantang. Wiih keren nih dalam hati saya karena akan merasakan sensasi tanjakan dimana setelah tanjakan pasti ada jalan menurun yang bisa membuat jantung terasa berdenyut,..kereeen.

TMII
Setengah tanjakan mobil teresa mendengung keras,..makin keras..semakin keraaas...KERAAAAS SEKALI ...NGUUUUUNG...NGUUUUNG..???!!. Suara mesinnya begitu meraung buas, tapi...saya lihat mengapa malah pohon-pohon yang bergerak meninggalkan kendaraan yang saya tumpangi ?? Ooo, ternyata mobil kami yang mundur tak kuat lagi untuk maju dan naik...untuk kelanjutan ceritanya saya wakilkan dengan Bla..bla..bla.. karena pada akhirnya kita sekeluarga gagal untuk bersenag-senang dan kembali ke rumah,..hehehe nice try.

Short messeges,.." Mohon maaf buat pemilik mobilnya yah biar bagaimanapun saya tetap akan mengenang, berterima kasih dan menghargai fasilitas yang anda
berikan walau akhirnya saat itu kami gagal untuk melaksanakan piknik kami..."

Sekian dulu cuplikan masa kecilku yang sangat kental dengan filosofi sebuah masyarakat kecil dipinggiran ibukota yang saat ini kutinggalkan dan kuhindari mendatanginya, sampai jumpa di cerita
selanjutnya,..pisss, Musiiik !!


Artikel Terkait..



0 comments:

Post a Comment

Automatic Link Exchange